Isnin, 7 April 2014

Revitalisasi Gerakan Mahasiswa Era Kekinian dalam Rangka Menyokong Advokasi Mahasiswa untuk Indonesia Segar

    Gerakan mahasiswa sebagai bentuk kolaborasi antara pendidikan formal dengan mencoba menjawab tantangan social yang mana membutuhkan tanggapan reaktif atas masalah yang dihadapinya ini menjadikan mahasiswa sebagai subjek dalam posisinya sebagai generasi bakal penerus bangsa yang proaktif. Gerakan – gerakan yang dilakukan ini adalah sebuah gerakan yang berasal dari realita kehidupan masyarakat yang sekarang ini semakin terdemokratisasi oleh pola perubahan zaman. Sehingga bentuk – bentuk gerakan yang dilakukan adalah gerakan atas cerminan timbal balik dari system dan atau kebijakan yang disodorkan oleh punggawa penguasa politik negara.
            Zaman sudah membuktikan bahwa dalam perjalanan kehidupan negara ini tidak terlepaskan dari peran serta aktif dari mahasiswa yang mana mahasiswa menjadi penyeimbang atas dinamisasi kehidupan politik negara. Peran ini adalah seolah – olah menjadi jiwa dari kehidupan mahasiswa kita, mahasiswa yang selalu gamang dan selalu resah atas setiap keganjalan – keganjalan yang timbul sehingga memposisikan dirinya sebagai garda terdepan dari gerakan antisipatif dalam kaitannya agar system selalu berjalan sesuai dengan polanya. Pola yang mana sudah digariskan oleh UUD 1945 yang merupakan wujud janji bangsa Indonesia untuk menjadikan negara ini negara yang melindungi, menjamin kesejahteraan bangsa dan aktif dalam peradaban dunia.
            Perubahan social dan ilmu pengetahuan serta teknologi menyebabkan pola gerakan mahasiswa mengalami pergeseran dari segi aksi yang mana dahulu gerakan mahasiswa identic dengan gerakan jalanan namun dewasa ini nampaknya gerakan seperti itu sudah sedikit menuntut adanya pola baru. Gerakan mahasiswa harus memperhatikan kehidupan social masyarakat sekarang yang mana sudah jauh berbeda, masyarakat sekarang sudah lebih cerdas untuk menilai dan menentukan pendapatnya sehingga pengaruh dari adanya gerakan mahasiswa ini perlahan mulai luntur dari warna kehidupan politis masyarakat kita. Hal ini menuntut adanya reformasi gerakan mahasiswa mulai dari bentuk aksi serta pola alur advokasi problema politis.
            Lembaga eksekutif mahasiswa dalam kerja menunaikan tugasnya disyaratkan agar mampu mengadvokasikan setiap permasalahan ataupun isu strategis melalui pola – pola gerakan strategis dan inspiratif. Pola gerakan inspiratif diperlukan untuk menarik antusiasme warga Universitas Jenderal Soedirman atau pun masyarakat pada umumnya yang mana saat ini sudah terkesan begitu pasif dan tak mau tahu dengan gerakan yang dilakukan mahasiswa. Padahal pada dasarnya gerakan yang dilakukan oleh eksekutif mahasiswa merupakan interpretasi dari problematika yang terjadi di masyarakat. Hal ini tentunya menjadi pekerjaan penting dari lembaga eksekutif mahasiswa untuk bekerja produktif dan inovatif dengan pola – pola baru agar bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat.
            Advokasi mahasiswa dalam hal untuk revitalisasi atau pun pembenahan system dilakukan secara kontinu dan diusahakan agar mampu mencakup seluruh lapisan masyarakat yang mana perlu untuk di advokasikan. Agar bisa mengayomi kepentingan dari masyarakat baik itu masyarakat kampus atau pun masyarakat pada umumnya diperlukan pola gerakan yang sensitive. Ini bisa dilakukan dengan cara jemput bola jadi tidak hanya menunggu tetapi lembaga juga aktif mencari problematika yang terjadi di lapangan akan lebih banyak yang terjaring dan jika dibutuhkan tindakan advokasi atau pun penanganan lain akan lebih luas cakupannya.
            Dalam konteks sumberdaya mahasiswa adalah agen perubahan bangsa dan generasi yang akan meneruskan kelangsungan berbangsa, maka dari itu untuk menyambut tugas besar mahasiswa perlu kita siapkan modal agar ke depannya nanti ketika telah sampai pada waktunya bangsa ini sudah mempunyai orang – orang yang siap terjun langsung ke lapangan dalam menghadapi setiap permasalahan yang muncul. Untuk mempersiapkan hal ini diperlukan rangsangan – rangsangan agar mahasiswa terbiasa mengenal akan tugasnya tersebut. Melalui hal – hal yang inspiratif dengan dasar pembelajaran melalui penangkapan dinamisasi social di masyarakat hal ini akan bisa mengasah kemampuan mahasiswa untuk berkembang. Lembaga mahasiswa harus menyadari hal tersebut sehingga kontribusi dari gerakan ini akan bisa tertanam dalam diri mahasiswa.   
Oleh:
Fajar Arif Saputro

Fakultas Sains dan Teknik/ Teknik Sipil 
Universitas Jenderal Soedirman

Ahad, 6 April 2014

Tips berwirausaha

     Sebenarnya sebaik apapun dan sesukses apapun karir seseorang tidak akan begitu nikmat seperti ketika hal yang didapatkan itu adalah buah karya dan hasil dari pemikiran kita. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal serta terhindar dari kerugian memang tidak mudah, apalagi jika kita adalah seorang pemula dalam dunia bisnis yang akan kita geluti tersebut. Beberapa hal wajib untuk diperhatikan sebelum akhirnya nanti kita terjun kedunia usaha.
  
 Untuk itu ada beberapa hal yang sekiranya perlu untuk kita perhatikan agar di kedepannya nanti usaha yang kita lakoni berjalan dengan baik sesuai dengan harapan kita.


1. Lakukan survei dimana tempat kita akan melakukan bisnis tersebut, apakah sudah ada atau belum ada jenis bisnis atau usaha yang akan kita bangun yang mana hal ini akan memberikan pengaruh mendasar terhadap kelangsungan usaha kita.


2. Lakukan pengambilan kuisioner tentang harga barang atau produk yang dihasilkan atau akan dijual kepada masyarakat daerah tempat kita mendirikan usaha. Kesalahan pematokan harga berakibat terhadap sepinya pasar yang saya yakin tidak diinginkan dan sebaliknya.


3. Berikan spesialisasi atau karakteristik dari produk yang kita tawarkan agar apabila kita berhadapan dengan persaingan pasar kita mempunyai ciri yang membuat konsumen memilih produk yang kita tawarkan.
 Selamat berkarir, jadilah wirausahawan hebat untuk Indonesia hebat menyongsong negara maju.

Rabu, 8 Mei 2013

Bermula dari keputusan dikti mengenai isu ukt akibatnya masalah demi masalah menghampiri mahasiswa, karena pada realitasnya setelah isu tersebar dan walaupun masih dalam bentuk sebuah gagasan saran dari dikti sendiri banyak PT yang sudah menetapkan ukt di PT-nya masing-masing. Dari sini bermunculan masalah karena SK yang diterbitkan oleh rektorat dinilai masih belum jelas dan tepat, bahkan menurut dikti ada beberapa yang belum layak dan masih perlu direvisi.
mungkin hal diataslah yang menjadi alasan mengapa akhir-akhir ini begitu ramai mahasiswa memperjuangkan nasibnya demi pendidikan yang murah dan merakyat.